TIPE JARINGAN
Tugas Mandiri
Mata Kuliah: Teknik Komputer Jaringan
Disusun oleh :
Malaysianto
Yudha Priawan (1102413019)
Teknologi Pendidikan
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2015
KATA PENGANTAR
Puji syukur Penulis panjatkan kehadirat
Allah SWT karena dengan limpahan rahmat, taufik dan hidayah-Nya lah Penulis
dapat menyelesaikan makalah ini. Sholawat serta salam semoga tercurahkan kepada
Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan pengikut-pengikutnya hingga akhir
zaman.
Penyusunan makalah ini dibuat Penulis
dalam rangka memenuhi tugas Mata kuliah Teknik Komputer Jaringan di Semester V,
Program Studi Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Semarang.
Penulis menyadari banyak kekurangan
dalam penyusunan makalah ini. Namun, Penulis berharap semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi Penulis pada khususnya dan pembaca pada umumnya.
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR.............................................................................................................1
DAFTAR
ISI...........................................................................................................................2
ABSTRAK..............................................................................................................................3
BAB 1 PENDAHULUAN..........................................................................................4
1.Latar Belakang.........................................................................................................4
2.Rumusan Masalah....................................................................................................4
3.Tujuan......................................................................................................................4
BAB II PEMBAHASAN............................................................................................5
BAB III PENUTUP......................................................................................................16
1.Kesimpulan..............................................................................................................16
2.Saran........................................................................................................................16
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................................17
ABSTRAK
Secara
umum tipe jaringan dibagi menjadi 2 bagian, yaitu peer to peer dan client-server. Perbedaan
yang paling mendasar diantara dua tipe jaringan tersebut adalah pada client-server terdapat sebuah komputer yang
bertugas sebagai server yang melayani client-client yang lain sedangkan pada peer to peer tidak ada komputer yang secara
khusus didedikasikan sebagai server ataupun client, setiap komputer bisa
bertindak sebagai client ataupun server. Jaringan komputer adalah sebuah sistem yang terdiri
dari dua atau lebih komputer yang saling terhubung satu sama lain melalui media
transmisi atau media komunikasi sehingga dapat saling berbagi data, aplikasi
maupun berbagi perangkat keras komputer.
BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar
Belakang
Kemajuan
teknologi yang semakin pesat yang ditandai dengan munculnya berbagai jenis
piranti keras/hardware dan piranti lunak/software juga berdampak pada kemajuan
dalam dunia informasi ditandai dengan penyampaian informasi dari satu tempat ke
tempat lainya yang tidak terbatas oleh jarak dan waktu. Kata “jaringan komputer” mungkin
sudah tidak asing lagi bagi telinga kita, mengingat hampir setiap hari kita
melibatkan jaringan komputer dalam pekerjaan kita.
Jaringan
komputer adalah sebuah sistem yang terdiri dari dua atau lebih komputer yang
saling terhubung satu sama lain melalui media transmisi atau media komunikasi
sehingga dapat saling berbagi data, aplikasi maupun berbagi perangkat keras
komputer.
Istilah
jaringan komputer sendiri juga dapat diartikan sebagai kumpulan sejumlah
terminal komunikasi yang terdiri dari dua komputer atau lebih yang saling
terhubung. Tujuan dibangunnya jaringan komputer adalah agar informasi/ data
yang dibawa pengirim (transmitter) dapat sampai kepada penerima (receiver) dengan
tepat dan akurat.
Dalam
tulisan ini akan dibahas mengenai tipe sebuah jaringan komputer. Disamping itu
juga akan diulas dasar topologi jaringan termasuk kelebihan dan
kekurangannya.
Dengan mengetahui hal tersebut maka pengguna dapat memilih topologi jaringan
yang sesuai kebutuhan. Untuk memperjelas ulasan penulis mengambil contoh dua
unit kerja/Unit
B.Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, penyusun
merumuskan masalah sebagai berikut.
1.
Pengertian Jaringan Komputer
2.
Tipe Jaringan Komputer
3.
Topologi Jaringan
C.Tujuan
Tujuan
utama dari penyusunan makalah ini ialah agar pembaca mengetahui arti serta definisi
dari Jaringan komputer beserta tipe jaringan secara menyeluruh.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Jaringan
Komputer
Jaringan Komputer adalah dua buah
komputer atau lebih yang ter-interkoneksi satu sama lain baik dengan media
transmisi kabel ataupun tidak, sehingga dapat bertukar informasi dengan lebih
mudah.
Secara umum, jaringan mempunyai beberapa
manfaat yang lebih dibandingkan dengan komputer yang berdiri sendiri. Antara
lain :
1.
Jaringan membuat managemen sumberdaya menjadi lebih efisien.
2.
Misalnya : kita tidak perlu memberi printer pada masing – masing computer,
karena dengan adanya jaringan ini kita dapat membagi penggunaan printer ke
semua pengguna,
3.
Jaringan membantu mempertahankan informasi agar tetap handal danup-to-date.
Sistem penyimpanan data terpusat yang dikelola dengan baik memungkinkan banyak
pengguna mengakses data dari berbagai lokasi yang berbeda, dan membatasi akses
ke data sewaktu sedang diproses.
4.
Dengan jaringa, kita dapat mempercepat proses membagi data atau biasa di
sebut dengan sharing data.
5.
Jaringan mempermudah kita dalam berkomunikasi jarak jauh. Dengan
menggunakan Pesan dan Surat elektronik (Email).
Banyak Keuntungan dan bisa di dapat
dengan menggunakan Jaringan computer ini.
B. Tipe
Jaringan
Tipe jaringan Komputer terkait erat dengan Sistem Operasi jaringan. Tipe jaringa
Komputer di bagi menjadi 2 jenis, yaitu :
1.
Jaringan Clien-Server
Client Server merupakan model jaringan
yang menggunakan satu atau beberapa komputer sebagaiserver yang memberikan
resource-nya kepada komputer lain (client) dalam jaringan, server akanmengatur
mekanisme akses resource yang boleh digunakan, serta mekanisme komunikasi antar
nodedalam jaringan.
Selain pada jaringan lokal, sistem ini
bisa juga diterapkan dengan teknologi internet. Dimana adasuatu unit computer
yang berfungsi sebagai server dan hanya memberikan pelayanan bagi komputer
lain, dengan client yang juga hanya meminta layanan dari server. Akses
dilakukan secara transparan dari clientdengan melakukan login terlebih dulu ke
server yang dituju.
Ada beberapa jenis Layana Client-Server,
Antara lain :
Ø File Server :Memberikan Layanan fungsi pengelolaan
file.
Ø Print Server :Memberikan Layanan Fungsi Percetakan.
Ø Database server :Memiliki fungsi
mengelola database setiap computer dan computer lain dapat meminta pelayanan.
Ø DIP(document information processing :Memberikan fungsi penyimpanan,
manajemen, dan pengambilan data.
Model Client-Server
dengan sebuah Server yang berfungsi umum
.
Model Client-Server dengan Dedicated Server
Keunggulan Jaringan Client-Server :
a.
Kecepatan Akses lebih tinggi karena penyediaan fasilitas jaringan dan
pengelolaannya dilakukan secara khusus oleh suatu computer server yang tidak di
bebani dengan tugas lain, seperti sebagai workstation/pengguna.
b.
System administrasi dan keamanan jaringan lebih baik, karena terdapat
sebuah computer yang bertugas sebagai administrator jaringan yang mengelola
admisistrasi san keamanan jaringan.
c.
System backup data per data lebih baik, karena pada jaringan client-server
backup di lakukan secara terpusat pada server.
Kelemahan jaringan Client –Server :
a. Biaya operasional
lebih mahal.
b. Dibutuhkan satu
computer yang berkemampuan lebih untuk di jadikan sebagai server.
c.
Kelangsungan jaringan sangat tergantung dengan server. Bila server
mengalami gangguan, maka seluruh workstation akan mengalami gangguan juga.
d.
Segala jenis hubungan antara server dan workstation tergantung seluruhnya
kepada server, apabila server mengalami gangguan maka seluruh jaringan juga
akan terganggu.
2. Jaringan Peer To Peer
Dalam Jaringan Peer to peer tidak ada komputer
yang menjadi client maupun server, karena server dapat berperan sebagai
workstation dan begitu juga workstation yang juga dapat berperan sebagai
server. Sehingga semua computer dapat melakukan pengiriman maupun penerimaan
data informasi.
Jaringan Peer To Peer
Keunggulan Jaringan Peer To Peer :
a. Kelangsungan kerja
jaringan tidak tergantung pada server.
b. Biaya relatif lebih
murah dan mudah.
c. Antar computer dapat
saling berbagi fasilitas, seperti harddisk, fax/modem, printer, dll.
d. Tidak memerlukan software
administrasi khusus.
Kelemahan Jaringan Peer To Peer :
a. Jaringan tidak bisa di
perbesar atau di tambah lagi.
b. Tingkat keamanan yang
kurang.
c. Semakin banyak mesin
yang di sharing, akan memperngaruhi kinerja computer.
d. Troubleshooting
jaringan yang relatif sulit.
e. Kemampuan kerja lebih
rendah dibandingkan dengan jaringan Client Server
3.
Jaringan Hybrid
Jaringan Hybrid memiliki semua yang terdapat pada tipe tipe jaaringan
diatas. Ini berarti pengguna dalam jaringan dapat mengakses sumber daya yang dibagikan
oleh jaringan peer, sedangkan diwaktu bersamaan juga dapat memanfaatkan sumber
daya yang disediakan oleh server. Adapun keutungan dari jaringan hybrid adalah
sama dengan jaringan sever dan peer. Jaringan hybrid juga memiliki kekurangan
seperti pada jaringan berbasis server.
C. Topologi
Jaringan
Topologi jaringan adalah suatu cara
menghubungkan perangkat computer yang satu dengan yang lainnya atau bisa di
sebut peta dari sebuah jaringan. Topologi jaringan terbagi lagi menjadi
dua, yaitu topologi secara fisik (physical topology) dan topologi secara logika
(logical topology).
Topologi secara fisik
menjelaskan bagaimana susunan dari kabeldan komputer dan lokasi dari semua
komponenjaringan. Sedangkan topologi secara logikamenetapkan bagaimana
informasi atau aliran datadalam jaringan.
Ada berbagai macam
topologi jaringan, yaitu :
1. Topologi BUS.
2. Topologi STAR.
3. Topologi MESH.
4. Topologi RING/TOKEN
RING.
5. Topologi Tree.
6. Topologi Hybrid.
1.
Topologi BUS
Topologi BUS adalah
Topologi yang hanya menggunakan kabel tunggal sebagai pusat arus data
(backbone). satu kabel utama menghubungkan ke tiap saluran tunggal
komputer (membentuk huruf T), kecuali simpul disalah satu ujung kabel utama,
yang hanya terhubung ke saluran komputer dan terminator sebagai penutup.
Karakteristik Topologi
BUS :
a.
Node – node dihubungkan secara serial sepanjang kabel, dan pada kedua ujung
kabel ditutup dengan terminator.
b.
Sangat sederhana dalam instalasi, karena hanya menghubungkan antar simpul
saja.
c.
Juga sangat ekonomis dalam biaya (hanya dibutuhkan kabel dan connector yang
harganya tidak terlalu mahal / murah).
d.
Paket-paket data saling bersimpangan pada suatu kabel sehingga jika node
yang dihubungkan semakin banyak, kinerja jaringan akan semakin turun sebab
sering terjadi collision.
e.
Tidak diperlukan hub, yang banyak diperlukan adalah Tconnector pada setiap
ethernet card.
f.
Problem yang sering terjadi adalah jika salah satu node rusak, maka
jaringan keseluruhan dapat down, sehingga seluruh node tidak bisa berkomunikasi
dalam jaringan tersebut.
g.
Jenis kabel yang digunakan adalah coaxial.
Keunggulan Topologi Bus :
a. Hemat kabel.
b. Layout yang sederhana.
c. Pengembangan atau
penambahan workstation baru tidak akan menggangu jaringan lain.
Kekurangan Topologi Bus :
a. Deteksi dan isolasi kesalahan
sangat kecil.
b. Kepadatan lalu lintas
pada jalur utama (backbone).
c. Jika terjadi kesalahan
pada kabel pusat, maka akan menggangu semua jaringan.
f.
Memerlukan Repeater untuk jarak jauh.
1.
Topologi STAR
Di jaringan Star,
komputer-komputer di jaringan saling terhubungberkat adanya peranti sentral
yang bernama hub. Tiap computer terhubung ke port-port di hub dengan kabel
(umumnya kabel yangdigunakan adalah UTP).
Dengan menggunakan Topologi ini,
penambahan workstation baru akan akan mudah di lakukan tanpa mengganggu
jaringan lain.
Karakteristik Topologi STAR :
a. Setiap node
berkomunikasi langsung dengan konsentrator (HUB)
b.
Bila setiap paket data yang masuk ke consentrator (HUB) kemudian di
broadcast
c.
keseluruh node yang terhubung sangat banyak (misalnya memakai hub 32 port),
maka kinerja jaringan akan semakin turun.
d.
Sangat mudah dikembangkan
e.
Jika salah satu ethernet card rusak, atau salah satu kabel pada terminal
putus, maka keseluruhhan jaringan masih tetap bisa berkomunikasi atau tidak
terjadi down pada jaringan keseluruhan tersebut.
f.
Tipe kabel yang digunakan adalah jenis UTP.
Keunggulan Topologi STAR :
a. Paling fleksibel.
b. Biaya yang tidak
mahal.
c. Pemasangan workstation
baru tidak akan menggangu pengguna lain.
d. Kemudahan deteksi dan
isolasi kesalahan.
Kekurangan Topologi STAR :
a. Boros kabel.
b. Perlu penanganan
khusus.
c. Kontrol terpusat (HUB)
menjadi masalah tersendiri.
2. Topologi MESH
Topologi MESH
adalah topologi yang didesain dalam hal pemilihan rute jaringan yang
banyak. Dalam topologi mesh terdapat banyak rute yang berfungsi sebagai jalur
backup pada saat jalur yang lain sedang dalam keadaan down.
Dengan demikian maksimal banyaknya koneksi antar perangkat pada
jaringanbertopologi mesh ini dapat dihitung yaitu sebanyak n(n-1)/2. Selain itu
karena setiap perangkat dapat terhubung dengan perangkat lainnya yang ada di
dalam jaringan maka setiap perangkat harus memiliki sebanyak n-1 Port
Input/Output (I/O ports).
Karakteristik Topologi
MESH :
a.
topologi mesh memiliki hubungan yang berlebihan antara peralatan-peralatan
yang ada.
b.
Susunannya pada setiap peralatan yang ada didalam jaringan saling terhubung
satu sama lain.
c.
Susunannya pada setiap peralatan yang ada didalam jaringan saling terhubung
satu sama lain
Keunggulan Topologi MESH :
h.
Keuntungan utama dari penggunaan topologi mesh adalah fault tolerance.
i.
Terjaminnya kapasitas channel komunikasi, karena memiliki hubungan yang
berlebih.
j.
Relatif lebih mudah untuk dilakukan troubleshoot.
Kekurangan Topologi MESH :
a.
Sulitnya pada saat melakukan instalasi dan melakukan konfigurasi ulang saat
jumlah komputer dan peralatan-peralatan yang terhubung semakin banyak
jumlahnya.
b.
Di perlukan biaya yang besar, karena memiliki hubungan yang lebih.
3.
Topologi RING/TOKEN RING
Topologi cincin atau
yang sering disebut dengan ring topologi adalah topologi jaringan dimana setiap
komputer yang terhubung membuat lingkaran. Dengan artian setiap komputer yang
terhubung kedalam satu jaringan saling terkoneksi ke dua komputer lainnya sehingga
membentuk satu jaringan yang sama dengan bentuk cincin.
Untuk membentuk
jaringan cincin, setiap sentral harus dihubungkan seri satu dengan yang lain
dan hubungan ini akan membentuk loop tertutup. Dalam sistem ini setiap sentral
harus dirancang agar dapat berinteraksi dengan sentral yang berdekatan maupun
berjauhan. Dengan demikian kemampuan melakukan switching ke berbagai arah
sentral.
Karakteristik Topologi
RING :
a. Node-node dihubungkan
secara serial di sepanjang kabel, dengan bentuk jaringan seperti lingkaran.
b. Sangat sederhana dalam
layout seperti jenis topologi bus.
c. Paket-paket data dapat
mengalir dalam satu arah (kekiri atau kekanan) sehingga collision dapat
dihindarkan.
d. Masalah yang dihadapi
sama dengan topologi bus, yaitu: jika salah satu node rusak maka seluruh node
tidak bisa berkomunikasi dalam jaringan tersebut.
e.
Tipe kabel yang digunakan biasanya kabel UTP atau Patch Cable (IBM tipe 6).
Keunggulan Topologi RING :
a.
Aliran data mengalir lebih cepat karena dapat melayani data dari kiri atau
kanan dari server .
b.
Dapat melayani aliran lalulintas data yang padat, karena data dapat
bergerak kekiri atau kekanan.
c.
Waktu untuk mengakses data lebih optimal.
Kekurangan Topologi RING :
a.
Penambahan terminal /node menjadi lebih sulit bila port sudah habis.
b.
Jika salah satu terminal mengalami kerusakan, maka semua terminal pada
jaringan tidak dapat digunakan.
4. Topologi TREE
Topologi Tree merupakan kombinasi karakteristik antara topologi star dan
topologi bus. Topologi terdiri atas kumpulan topologi star yang dihubungkan
dalam satu topologi bus sebagai backbone. Komputer-komputer dihubungkan ke hub,
sedangkan hub lain di hubungkan sebagai jalur tulang punggung (backbone) yang
mempunyai topologi bus.
Topologi pohon atau TREE adalah pengembangan atau generalisasi topologi
bus. Media transmisi merupakan satu kabel yang bercabang namun loop tidak
tertutup.
Keunggulan Topologi TREE :
a.
Memungkinkan untuk memiliki jaringan point to point
b.
Mengatasi keterbatasan pada topologi star, yang memiliki keterbatasan pada
titik koneksi hub.
c.
Topologi tree membagi seluruh jaringan menjadi bagian yang lebih mudah
diatur
d.
Topologi tree ini memiliki keunggulan lebih mampu menjangkau jarak yang
lebih jauh dengan mengaktifkan fungsi Repeater yang dimiliki oleh HUB.
Kekuranggan Topologi
TREE:
a. Karena bercabang maka
diperlukan cara untuk menunjukkan kemana data dikirim, atau kepada siapa
transmisi data ditujukan.
b. Perlu suatu mekanisme
untuk mengatur transmisi dari terminal terminal dalam jaringan.
c. Kabel yang digunakan
menjadi lebih banyak sehingga diperlukan perencanaan yang matang dalam
pengaturannya, termasuk di dalamnya adalah tata letak ruangan.
d. HUB menjadi elemen
kritis.
5. Topologi Jaringan
Hybrid (Campuran)
Topologi Hybrid adalah jaringan yang dibentuk dari berbagai topologi dan
teknologi. Sebuah topologi hybrid memiliki semua karakterisitik dari topologi
dasar yang terdapat dalam jaringan tersebut.
PENUTUP
1.Kesimpulan
Jaringan
komputer merupakan sekumpulan komputer. Ini artinya komputer tersebut lebih
dari satu yang terpisah akan tetapi dapat saling berhubungan dalam melaksanakan
tugas. Sekelompok komputer tersebut bekerja secara otonom yang berarti hanya
dapat melakukan pertukaran data dalam suatu area tertentu.
Dalam penggunaanya, jaringan
diklasifikasikan berdasar fungsi tertentu ataupun berdasarkan tempat dan sumber
utama pengolahan data. Selain itu, dalam jaringan komputer juga dikenal
beberapa topologi yang mana topologi jaringan ialah hal yang menjelaskan
hubungan geometris antara unsur-unsur dasar penyusun jaringan, yaitu node, link
dan station. Adapun perangkat yang sering digunakan dalam jaringan komputer
seperti halnya bridge, router dsb. Peralatan tersebut bekerja berdasarkan
fungsinya masing-masing.
DAFTAR
PUSTAKA
Tidak ada komentar :
Posting Komentar